Review: Mooncup

WARNING: saya akan membahas soal menstruasi dan cara menampung darah menstruasi di sini, jadi kalau kamu tidak nyaman dengan topik tersebut dan segala atribut yang menyertainya, saya sarankan kamu gak usah baca sekalian blog post ini. I’m also gonna mention vagina numerous times. So if you’re allergic to the word, goodbye now.

Saya baru dengar tentang keberadaan menstrual cup atau cawan menstruasi beberapa tahun lalu. Saya lupa persisnya dari mana, tapi kalau tidak salah ingat, dari video yang seliweran di linimasa Facebook saya. Lupa-lupa ingat, tapi kalau tidak salah tentang bagaimana cawan menstruasi membantu sanitasi perempuan di Afrika. Cawan menstruasi ini dianggap praktis karena bisa dipakai berkali-kali asal perawatannya baik, membuatnya lebih ramah lingkungan dari pembalut dan tampon. Begitu dengar, saya langsung tertarik beli, cuma sayangnya waktu itu ga ada di Indonesia dan saya gak nyari lebih jauh pas tahu gimana cara pakainya! LOL

Kenapa saya gak jadi nyari ? Karena saat itu saya agak horror dengan ide bahwa saya harus memasukkan tangan sendiri ke vagina. I don’t do that on daily basis, I don’t do that ever. Dan kalau kamu hidup di Indonesia, there’s this weird thing where you just don’t shove ANYTHING up your vagina. Menurut saya, mungkin ini juga kenapa di Indonesia yang lebih populer untuk menampung darah menstruasi itu pembalut bukannya tampon. Bener gak? So yeah anyway, the menstrual cup, you shove it up your womanhood. Tepatnya di vagina bagian bawah (dekat openging), jadi si cup-nya ini kayak nutup si lubang sambil menampung darah yang harusnya keluar.

Sampai akhirnya, di suatu grup ibu-ibu kesayangan di Facebook, ada yang menawarkan titip beli Mooncup, salah satu merek menstrual cup di UK, karena beliau lagi mau mudik ke Indonesia. Ketika saya liat postingan beliau, saya mikir ulang. Beli, gak, beli, gak……. dan berkat jempol saya yang impulsif akhirnya saya mengetik, “saya mau, Teh” beserta nomor telepon untuk dihubungi πŸ˜€

FIRST IMPRESSION (before usage)

Saya lupa berapa lama sejak komen itu saya kirim sampai akhirnya paket tetiba datang ke kantor suami, tahu-tahu Mooncup saya sudah sampai! I opened the thing, dan ternyata untuk ukuran barang yang saya bayar seharga 500.000 rupiah (kalau di olshop di Indonesia kayaknya lebih mahal, berhubung saya dapatnya dari teteh baik hati, jadi segini harganya), ini kecil banget ya! HAHAHA. Namun pas dibuka kok ternyata lebih besar dari yang saya bayangkan. Besar untuk ukuran barang yang harus saya masukkan ke vagina, maksudnya. Campur aduk rasanya. Setelah saya melihat isinya, saya barulah benar-benar kenalan sama Mooncup.

ALL ABOUT IT

Mooncup, seperti kebanyakan cawan menstruasi lainnya, dibuat dari medical grade silicone yang lembut. warnanya putih, bentuknya persis seperti lonceng terbalik lengkap dengan tangkainya.

mooncup 2 sizes
Jadi beginilah bentuknya. Mooncup punya dua ukuran.
Screenshot 2018-01-23 at 6.22.56 AM
Ukuran mana yang pas buatmu?

Saya dibelikan ukuran A karena saya sudah pernah melahirkan normal. Kalau mau lebih jelas, tentu saja lebih baik lihat langsung di websitenya.

FIRST IMPRESSION (after usage)

Akhirnya waktu yang ditunggu pun datang. Setelah disterilkan dengan cara direbus 5-7 menit sebelum pemakaian pertama, dengan canggung saya membawa si Mooncup ke kamar mandi lengkap dengan gunting karena harus motong tangkainya. Jadi katanya, tangkainya ini mesti disesuaikan, setiap orang beda. Awalnya RISIH banget! Setelah lumayan lama di kamar mandi, saya memberanikan diri melipat mooncup dengan cara punchdown. Lalu yah, dimasukkin aja. Can’t really get the hole wrong, now, can we?

….

YAK tangkainya masih kepanjangan, saudara-saudara! Tangkai Mooncup panjangnya 21 mm dan berbuku. Kalau saya hitung, ada tujuh buku, dan ternyata saya harus memotong sampai ukurannya pas yaitu enam buku. Buat tahu gimana pasnya, kamu harus pakai sampai tangkainya gak muncul sama sekali, dan pas duduk tidak terasa sama sekali. Gak usah takut nyangkut, because trust me, the Mooncup won’t go anywhere. It can’t walk around your womb or something.

Setelah dipakai pertama kali setelah tangkainya dipotong, akhirnya berasa kalau Mooncup ini NYAMAN BANGET DIPAKAI! Saya gak bisa merasakan ada sesuatu di sana sama sekali. Mau duduk, kek. Mau joget-joget, kek. NONE. Nothing.

Pertama kali saya harus melepas Mooncup agak bingung sih. But I guess everything comes with a learning curve. Untuk melepas Mooncup, kalau saya pakai jari tengah dan jempol. (Aduh sori ya, kalau detail banget. hahaha.). Pertama jari tengah dulu, lalu jempol, lalu saya cubit si Mooncup. Lalu ditarik dengan gerakan agak diputar. Kenapa diputar? Karena dia ada efek pengisapan (suction) gitu. We need a little air to exchange. Jangan lupa agak dilipat lagi sebelum keluar. TADAAA! Now you can clean it. Kalau saya dicuci bersih aja pakai air. Kalau mau dicuci pakai sabun, saya pakai sabun yang gak ada pewangi dan busa seperti Ceta*h*l.

VERDICT

Mooncup ini ternyata nyaman sekali! Seperti yang saya sudah bilang tadi, kalau masangnya benar, gak akan terasa sama sekali. Terus yang saya suka lagi adalah kalau ukurannya benar (size A atau B) dipastikan Mooncup ini antibocor. Jadi bisa dipakai berenang, dan olahraga lainnya dengan sangat nyaman. Selain itu, gak perlu sering-sering mencuci, dan kalaupun mencuci tidak butuh banyak air. Saya sendiri mencuci Mooncup cuma 3 kali sehari sebanyak apapun flow-nya. Pagi pas bangun tidur, waktu makan siang, dan sebelum tidur. Saya sendiri kayaknya gak bakalan pindah ke lain hati. Kalau nyoba menstrual cup lain mungkin aja sih, tapi secara ini aja bisa 10 tahun lamanya jadi ngapain juga beli lagi, kan.

PROS

  • Eco-friendly, obviously. Minim air, gak nyampah banyak.
  • Praktis, gak usah bawa-bawa bekal banyak pembalut kalau travelling.
  • Bisa dipakai pada saat heavy maupun light flow.
  • GAK BAU! Bau yang suka keluar kalau kita kelamaan gak ganti pembalut itu jadi gak ada, karena ternyata itu adalah efek kontak darah dengan udara luar. Saya cuma notice bau darah aja (yaiyasih).
  • Minim resiko TSS (Toxic Shock Syndrome).
  • Mudah banget dipasang/dilepas. Setelah agak bingung di awal, habis 2 kali lepas-pasang saya udah terbiasa.
  • Walaupun mahal di awal, harganya lebih murah dibandingkan dengan 10 tahun beli pembalut. Silahkan dihitung hehe.
  • Flawless peeing and pooing. Asli, gak berasa. Kayak lagi gak mens aja.

CONS

  • Gabisa dipakai pas nifas. Yah. HELLAW.
  • Susah dilepas dan dipasang kalau kukumu panjang. Jadi, buat kamu yang suka manjangin kuku untuk dikutekin, forget it. Kuku panjang, tangan harus masuk ke sana, aduh. Bayanginnya aja udah males.
  • Buat yang tidak aktif secara seksual, mungkin agak horror untuk masang. Padahal sebenernya gak apa-apa sih. You’re still a virgin even if you’re using menstrual cup.

Begitulah!

b5438fb1447e1cb028ba4f10a5895c14--grading-papers-menstrual-cup
why, thank you, mamang Gosling

Ada pengalaman sama? Mau nanya? Komen ajaaa πŸ™‚

Advertisements

4 thoughts on “Review: Mooncup

  1. Sa.. akhirnya aku baca jg review kamu ttg diva cup ini. Mau nanya, pas pipis beneran ga kerasa, Sa? Krn aku pernah pake tampon dan merasa kurang nyaman krn tiap pipis hrs ganti. Secara aku anaknya beser, jd cape aja gitu tiap pipis mesti ganti πŸ˜‚ terus pernah ga sih bocor krn nampungnya udh kebanyakan? *hehe…

    Like

    1. Nyaman bgt Nov. Asli flawless peeing and pooing. Karena bahkan kalo lagi heavy flow pun ga keluar apapun kalo lg peeing/pooing. Jd mau beser brp kali juga gak pengaruh! Haha. Di heaviest flow aku kemarin, dengan ganti 3x sehari (bangun tidur, tengah hari, sebelum tidur) itu gapernah bocor sekalipun. Itu pun isinya gapernah penuh. Paling suka ada dikit kena celana kalau abis bersihin kurang bersih diwipe aja. Jd cuma sisa aja.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s