a Sudden Space in my Belly

Tahun 2013, tidak lama setelah menikah, saya pergi ke dokter kandungan untuk USG. Ternyata dokter menemukan kista yang ukurannya lumayan besar. Letaknya di luar rahim, nempel sama ovarium. Dokter bilang, kemungkinan kistanya karena Endometriosis, in other words, ada pertumbuhan jaringan di tempat yang tidak seharusnya. Pas tahun 2013 itu saya sudah disarankan operasi, tapi personally gak mau operasi karena ingin nyoba obat alternatif, seperti herbs.

Singkat cerita, jamu2an udah diminum tapi nampak gak ada perubahan pas next time USG. Terbesit pikiran untuk operasi saat itu, namun ternyata saya hamil awal 2015, jadilah rencana operasi ditunda lagi. Dokter sempat menyarankan untuk operasi pas usia kehamilan 4 bulan, tapi saya gak mau dibius total ketika Gaia ada di dalam perut. Jadilah tertunda lagi sampai akhirnya tahun ini saya periksa lagi.

Kenapa baru tahun ini? Karena saya juga gak mau berhenti menyusui. Recovery pascaoperasi yang disarankan dokter adalah 2 bulan. Kebayang kalau masih menyusui harus sambil recovery. Capek!

Mungkin memang sudah jalannya. Empat bulan lalu saya sempat kontrol lagi ke dokter, ukuran dari kistanya sudah membesar (jadi 18 cm, hampir 2 kali lipatnya). Juga berubah diagnosisnya, tadinya endometriosis jadi bukan (dilihat dari penampakan kista). Jadilah dokter menyarankan segera harus operasi. Prioritasnya mendadak naik drastis. Untunglah memang sudah berniat dari lama, jadi saya juga sudah ‘menyelipkan’ sounding buat Gaia. Dari jauh-jauh hari sudah bilang, selain karena Gaia harus berhenti menyusu karena sudah dua tahun, juga karena saya harus operasi.

 

Tanggal 24 November 2017, akhirnya masuk juga ruang operasi yang freezing cold itu. Operasinya, alhamdulillah, lancar. Kista juga ternyata harus diambil bersama dengan ovarium kiri. Kalau saya sih, tetap bersyukur saya bisa sembuh walaupun harus kehilangan satu ovarium. Dan kini saya sedang menjalani recovery yang disarankan dokter: dua bulan! Mungkin ini juga karunia saya harus dapat big break. Gak boleh gendong-gendong Gaia yang kian berat karena makin banyak makannya. Gak boleh angkat-angkat barang berat juga.

Setelah sekian lama berdamai dengan keberadaan kista yang lumayan menyita tempat di dalam perut, malah beberapa bulan ke belakang saya merasa tidak nyaman karena kistanya sebesar bayi (beratnya kurang lebih sampai tiga kilogram, lho), kini perut saya mendadak plong. Alhamdulillah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s